Sya’ban adalah bulan Kematian

Bulan kematian? Maksudnya?

Mungkin itulah yang ada di benak saudara ketika melihat judul ini. Nah, mari kita simak penjelasan dibawah ini

Sya’ban berasalah dari Bahasa Arab yang berasalah dari kata Syi’ab, yang artinya adalah jalan di atas gunung.

Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan demi mencapai kebaikan.

Ada pula yang menamakan Sya’ban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasya’abun (berpencar) untuk mencari sumber air.

Dikatakan demikian juga karena mereka tasya’ub (berpisah-pisah/berpencar) di gua-gua.

Menurut Imam Ibnu Mandzur dalam Lisanul Arob, makna kata Sya’ban adalah dari lafadz Sya’aba atau berarti dhoharo (tampak) diantara dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan.

Jamaknya adalah Sya’abanaat dan Sya’aabin

Sedangkan sya’ban sendiri memiliki beberapa penyebutan sesuai keistimewaan atau peristiwa yang terjadi didalamnya diantaranya adalah

1. Bulan pembaca Al-Quran

Ini berlandaskan hadits

قال الحافظ ابن رجب الحنبلي رحمه الله تعالى روينا بإسناد ضعيف عن أنس رضي الله عنه قال: كان المسلمون إذا دخل شعبان انكبوا على المصاحف فقرأوها وأخرجوا زكاة أموالهم تقوية للضعيف والمسكين على صيام رمضان

“Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahumullah mengatakan, ‘Kami menerima riwayat dengan sanad dhaif dari Anas RA yang mengatakan bahwa ketika masuk bulan Sya‘ban umat Islam tertunduk pada mushaf Al Quran. Mereka menyibukkan diri dengan tadarus dan mengeluarkan harta mereka untuk membantu kelompok dhuafa dan orang-orang miskin dalam menyongsong bulan Ramadan.”

Hingga Berkata Salamah bin Suhail,

“Telah dikatakan bahwa bulan Sya’ban itu merupakan bulannya para qurra’ (pembaca Al Qur’an).”

Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya’ban dia berkata,

“Inilah bulannya para qurra’.”

2. Bulannya Rosululloh/ bulan sholawat

Ini berlandaskan hadts ini

رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي

Nabi Saww. bersabda : “Bahwa Rajab itu bulan Allah, Sya’ban bulanKu dan Ramadhan adalah bulan ummat-Ku”.

Hadis ini disebutkan dalam kita Al-Jami’ karya Imam Suyuti. Para ulama menerangkan maksud hadis ini Rajab adalah bulan Istigfar, Sya’ban adalah bulan untuk memperbanyak Shalawat kepada Rasulullah Saww, dan Ramadhan adalah bulan memperbanyak bacaan Al-Qur’an.

3. Bulan Kematian

Ini berlandaskan hadits Rosululloh SAW

Diriwayatkan oleh Al-Khatib dan Ibnu Najjar dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata, “Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam sering berpuasa pada bulan Sya’ban bahkan beliau melanjutkannya hingga di bulan Ramadhan. Beliau tidak pernah melakukan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Sya’ban. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah! apakah bulan Sya’ban merupkan bulan yang paling engkau cintai untuk berpuasa? Beliau menjawab: “Ya, wahai Aisyah! Sesungguhnya tidaklah jiwa akan meninggal dunia dalam setahun kecuali telah ditulis di bulan Sya’ban. Maka aku senang ajalku dicatat dalam kondisi beribadah kepada Tuhanku dan beramal saleh.”

Dalam redaksi Ibnu Najjar (Rasulullah bersabda), “Wahai Aisyah ! Sesungguhnya (di bulan itu) malaikat maut mencatat siapa yang akan dicabut (nyawanya). Dan aku senang namaku dicatat dalam kondisi berpuasa.” (HR. Al-Khatib dalam kitab Tarikh ,Bagdad, 4/436)

Nah karena inilah orang-orang indonesia terutama golongan Nahdliyyin menggelar doa bersama setelah maghribnya malam nishfu sya’ban dan doanya adalah meminta umur panjang dan meninggal husnul khotimah.

mungkin juga karena itulah orang jawa menyebut bulan Sya’ban sebagai bulan RUAH yang berarti ruh atau arwah yang dekat dengan kematian.

Semoga kita semua diberi umur panjang yang berkah dan berguna serta di panggil dalam keadaan husnul khotimah. Amin….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *