Songkok Menurut Kacamata Santri

our blog

Songkok Menurut Kacamata Santri

,
In islami
,

Songkok adalah sejenis topi tradisional bagi orang melayu, yang disebut juga peci atau kopyah. Di indonesia, songkok yang juga dikenal dengan nama peci ini kemudian menjadi bagian dari pakaian nasional. Penutup kepala ini merupakan variasi dari fes atau tharbusy yang berasal dari moaroko.

Songkok populer bagi masyarakat melayu di Indonesia, Singapura, dan selatan Thailand perlengkapan busana ini dikatakan berasal dari pakaian yang dipakai di Ottmam turki.

Bagi kalangan orang islam di nusantara, songkok menjadi pemakaian kepala yang resmi ketika menghadiri upacara-upacara resmi seperti upacara keagamaan, upacara perkawinan.(wikipedia)

Di Indonesia songkok hitam tidak hanya sebagai pelengkap busana melainkan sebagai salah satu simbol kepribadian bangsa yang disebut juga simbol indonesia merdeka yang telah dipopulerkan oleh Ir.Soekarno. (sejarah songkok di Indonesia)

Bagi kalangan santri, songkok hitam merupakan salah satu bagian busana wajib yang selalu dikenakan, baik ketika ibadah, sekolah, bahkan bermain. Hal ini dikarenakan adanya satu tuntunan dari Syekh Imam Zarnuji dalam ta’limul muta’allimnya menganjurkan agar selalu memakai tutup kepala dalam segala aktifitas, kemudian oleh kalangan pesantren hal itu tidak diwujudkan dalam bentuk sorban atau penutup kepala lainnya, tapi dilahirkan dalam bentuk kopyah atau songkok.

Jika dikaji lebih dalam songkok menurut kacamata santri, anjuran penutup kepala yang dilahirkan dalam bentuk songkok atau kopyah ini adalah keputusan yang sangat bijak. Ibarat kata “ sekali dayung dua pulau terlewati” dengan memakai songkok hitam ala Ir. Sukarno, para santri menuai dua kebaikan yakni satu kebaikan karena ia menjadi santri yang agamis dan kebaikan yang lain dia menjadi santri yang nasionalis, karena nasionalis dan agamis itu sejalan.

Kesimpulan dari songkok menurut kacamata santri tentang songkok hitam adalah “songkok hitam tidak hanya sebagai simbol kepribadian bangsa tetapi juga sebagai bentuk ketaatan beragama”

Ok, sekian terimakasih semoga penjelasan ini bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*