JANGAN BERHENTI MENJADI BAIK KARENA HINAAN ORANG

Pepatah mengatakan: “Mulut manusia yang benci tidak akan berhenti kecuali ketika tanah masuk kedalam mulutnya (ketika mati:pen).
Begitu juga pendengki dan mata kebencian, apa yang dilihatnya selalu saja serba salah, seakan-akan ia tidak pernah berbuat salah.

Dikatakan dalam nasehat yang indah:

وَعَيْنُ الرِّضَا عَنْ كُلِّ عَيْبٍ كَلِيْلَةٌ
كَمَا أَنَّ عَيْنَ السُّخْطِ تُبْدِي الْمَسَاوِيَا
Mata yang penuh ridha akan terpejam dari segala aib yang ia lihat
Sedangkan mata yang penuh kebencian yang ia lihat hanyalah keburukan.
نَظَرُوْا بِعَيْنِ عَدَاوَةٍ لَوْ أَنَّهَا
عَيْنُ الرِّضَا لاَسْتَحْسَنُوْا مَااسْتَقْبَحُوْا
Mereka melihat dengan mata permusuhan, Kalau saja mereka melihat dengan mata keridhoan, tentu mereka akan menganggap baik apa yang tadinya mereka anggap buruk.

كُلُّ الْحَوَادِثِ مَبْدَأُهَا مِنَ النَّظَرِ
وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغَرِ الشَّرَرِ

Segala malapetaka yang terjadi, berhulu dari sebuah pandangan mata, Seluruh azab di Neraka, berawal dari urusan kecil yang tidak terduga.
.
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *