Yang sebelum datang waktu fajar sudah siap berada di masjid darul mustafa, setelah sholat berjamaah, berdzikir dan terus memberikan pelajaran kepada muridnya sehari penuh, terbang ke manca negara berdakwah berminggu minggu sepanjang tahun, bertemu dengan pemimpin negara, berbincang dengan ulama besar lainnya dan tak jarang kembali keruma h hanya untuk beberapa saat. Mengisi waktu malamnya untuk dekat dengan Penciptanya. ❇ Tapi itu tidak membuatnya melupakan orang orang yang dicintai Allah[…]

Tawadhu’ adalah sifat yang amat mulia, namun sedikit orang yang memilikinya. Ketika orang sudah memiliki gelar yang ternama, berilmu tinggi, memiliki harta yang mulia,namun sedikit yang memiliki sifat kerendahan hati, alias tawadhu’. Padahal kita seharusnya seperti ilmu padi, yaitu “kian berisi, kian merunduk”. . Dan tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim no. 2588) . قال الحسن رحمه الله: هل تدرون ما[…]

Diceritakan bahwa suatu hari Ibrahim bin Adam keluar ke Padang Sahara, lalu ada seorang tentara menemuinya, seraya berkata “Apakah kamu budak?” “Ya”, jawabnya Tentara itu bertanya lagi, “Dimana bangunan yang kamu kerjakan?” Kemudian Ibrahim bin Adam menunjuk ke arah kuburan. Mendapat jawaban seperti itu, tentara tsb menjadi marah, lalu ia memukul kepala Ibrahim bin Adam dengan cambuk hingga terluka. Tentara tsb, kemudian bercerita kepada teman-temannya kemudian teman-temannya berkata “Dia adalah[…]

Pada masa Rasulullah saw hidup, ada seorang penyair terkenal yaitu Hasan bin Tsabit. Orang-orang Arab pada masa itu sangat senang ber-syair. Hasan bin Tsabit ini, jasanya disewakan oleh orang-orang untuk membacakan syair. Suatu ketika, kaum kafir Quraisy membayar Hasan bin Tsabit untuk membuatkan syair yang menghinakan dan menjelekkan Rasulullah saw dengan bayaran yang mahal. Hasan bin Tsabit berkata, aku tidak bisa membuat syair tentang seseorang sebelum melihatnya. Kemudian kaum kafir[…]

Oleh KH. Abdullah Afif (Diceritakan oleh Sayyid Alawi Al-Maliki dari abahnya, Sayyid Abbas Al-Maliki Rahimahumallaahu ta’aalaa) تَنْبِيْهٌ Sayyid Alawi Al-Maliki menceritakan bahwasanya abah beliau, Sayyid Abbas Al-Maliki memberi khabar kepada beliau sesungguhnya abah beliau (sayyid Abbas Al-Maliki) berada di Baitul Maqdis untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi pada malam ‘ied Milad An-Nabawi, di mana saat itu dibacakan Maulid Al-Barzanji. Saat itulah beliau melihat seorang pria tua beruban yang berdiri dengan khidmat[…]