KH ABDUL HANNAN MA’SHUM Kwagean Pare Kediri Bagi banyak orang, Kwagean adalah sebuah legenda. Bermula dari sebuah dukuh yang tidak dikenal menjadi ‘jujugan’ mondok santri dan berbagai kepentingan umat dari dalam dan luar desa, kabupaten, propinsi dan pulau. Bermula dari seorang santri sederhana, dari keluarga biasa, yang gigih menuntut ilmu meskipun dalam segala keterbatasan, terutama ekonomi.

sejarah songkok di Indonesia | Diambil dari beberapa sumber, saat itu Bung Karno bercerita bagaimana ia bertekad mengenakan peci sebagai lambang pergerakan. Di masa itu kaum cendekiawan pro-pergerakan nasional enggan memakai blangkon, misalnya, tutup kepala tradisi Jawa. Jika kita lihat gambar dr. Wahidin Sudirohusodo (1852-1917) dan dr. Cipto Mangunkusumo (1886-1943) memakai blangkon, itu sebelum 1920-an. Ada sejarah politik dalam tutup kepala ini. Di sekolah “dokter pribumi”, STOVIA, pemerintah kolonial punya[…]