sejarah songkok di Indonesia | Diambil dari beberapa sumber, saat itu Bung Karno bercerita bagaimana ia bertekad mengenakan peci sebagai lambang pergerakan. Di masa itu kaum cendekiawan pro-pergerakan nasional enggan memakai blangkon, misalnya, tutup kepala tradisi Jawa. Jika kita lihat gambar dr. Wahidin Sudirohusodo (1852-1917) dan dr. Cipto Mangunkusumo (1886-1943) memakai blangkon, itu sebelum 1920-an. Ada sejarah politik dalam tutup kepala ini. Di sekolah “dokter pribumi”, STOVIA, pemerintah kolonial punya[…]

[heading title=”Perwatan songkok ala songkok.id” subtitle=”tips agar songkok lebih kuat dan awet” style=”2″]     Selalu letakkan pada tempat lapang jangan sampai tertindih atau terhimpit Letakkan dengan posisi berdiri Biasakan memegang ujung dan pangkal songkok saat mengambil Usahakan selalu memersihkan dari dwbu atau serabut dengan sikat halus Dan jauhkan dari air walaupun tertulis “anti air

Songkok adalah sejenis topi tradisional bagi orang melayu, yang disebut juga peci atau kopyah. Di indonesia, songkok yang juga dikenal dengan nama peci ini kemudian menjadi bagian dari pakaian nasional. Penutup kepala ini merupakan variasi dari fes atau tharbusy yang berasal dari moaroko. Songkok populer bagi masyarakat melayu di Indonesia, Singapura, dan selatan Thailand perlengkapan busana ini dikatakan berasal dari pakaian yang dipakai di Ottmam turki. Bagi kalangan orang islam[…]