April 2013

Monthly Archives

Monthly Archives: April 2013

0 comments

sejarah songkok di Indonesia | Diambil dari beberapa sumber, saat itu Bung Karno bercerita bagaimana ia bertekad mengenakan peci sebagai lambang pergerakan. Di masa itu kaum cendekiawan pro-pergerakan nasional enggan memakai blangkon, misalnya, tutup kepala tradisi Jawa. Jika kita lihat gambar dr. Wahidin Sudirohusodo (1852-1917) dan dr. Cipto Mangunkusumo (1886-1943) memakai blangkon, itu sebelum 1920-an. Ada sejarah politik dalam tutup kepala ini. Di sekolah “dokter pribumi”, STOVIA, pemerintah kolonial punya aturan: siswa “inlander” (pribumi) tak boleh memakai baju Eropa.

Maka para siswa memakai blangkon dan sarung batik jika dari”Jawa”. Bagi yg datang dari Maluku atau Manado, misalnya, lain. Bagi siswa asal Manado atau Maluku, yang biasanya beragama Kristen, boleh memakai pakaian Eropa: pantalon, jas, dasi, mungkin topi. Dari sejarah ini, tampak usaha pemerintah kolonial untuk membagi-bagi penduduk dari segi asal-usul “etnis”dan “agama”. Maka banyak aktivis pergerakan nasional menolak memakai blangkon. Apalagi mereka umumnya bersemangat “kemajuan”, modernisasi. Jadi penolakan terhadap kostum tradisi mengandung penolakan terhadap politik kolonial “divide et impera” dan penolakan terhadap adat lama. Lalu apa gantinya?

Untuk pakai topi seperti Belanda-belanda itu akan terasa menjauhkan diri dari rakyat. Juni 1921, Bung Karno menemukan solusi. Ia memilih pakai peci. Waktu itu ada pertemuan Jong Java di Surabaya. Bung Karno datang,dan ia memakai peci. Tapi ia sebenarnya takut diketawakan. Tapi ia berkata pada dirinya sendiri, kalau mau jadi pemimpin, bukan pengikut, harus berani memulai sesuatu yang baru. Waktu itu, menjelang rapat mulai, hari sudah agak gelap. Bung Karno berhenti sebentar. Ia bersembunyi di balik tukang sate. Setelah ragu sebentar, ia berkata kepada diri sendiri: “Ayo maju. Pakailah pecimu. Tarik nafas yang dalam! Dan masuk SEKARANG!!!” Lalu ia masuk ke ruang rapat. “Setiap orang memandang heran padaku tanpa katakata”, kata Bung Karno mengenangkan saat itu.

Untuk mengatasi kekikukan, Bung Karno bicara. “Kita memerlukan suatu lambang daripada kepribadian Indonesia.” Peci, kata Bung Karno pula, “dipakai oleh pekerja-pekerja dari bangsa Melayu”. Dan itu “asli kepunyaan rakyat kita. Menurut Bung Karno, kata “peci” berasal dari kata “pet” (topi) dan “je”, kata Belanda untuk mengesankan sifat kecil. Baik dari sejarah pemakaian dan penyebutan namanya,peci mencerminkan Indonesia: satu bangunan “inter-kultur”.

Maka tak mengherankan bila dari mana pun asalnya, agama apapun yang dianutnya, kaum pergerakan memakai peci. Kesimpulan bawah sesungguhnya peci itu bukanlah sebuah simbol agama, tapi merupakan simbol budaya dari bangsa Indonesia khususnya dan bangsa Melayu pada umumnya. Dalam hal ibadah mengapa kebanyakan orang Islam mengenakan peci (yang laki-laki), itu dimaksudkan untuk menutup kepala dari tertutupnya rambut disaat sujud ketika sholat. Disamping itu, dikarekan para santri yang menjadi ujung tombak perjuangan indonesia terutama santri NU telah ditamkan dalam hati mereka bahwa “cinta tanah air adalah sebagian dari Iman” sehingga demi persatuan untuk merdeka, seolah-olah peci adalah bagian busana yang wajib dikenakan.

Seiring beragamnya budaya maka penyebutanya pun beragam. Sebagian ada yang menyebutnya peci, sebagian lagi ada yang menyebutnya kopiyah, dan sebagian yg lain menyebutnya songkok dengan pandangan filosofi yang berbeda pula. Tapi, baik itu peci, kopiyah, atau songkok, yang terpenting adalah penutup kepala berbahan bludru seperti yang dipopulerkan oleh Bung Karno adalah simbol kepribadian dan kesatuan indonesia

0 comments

[heading title=”Perwatan songkok ala songkok.id” subtitle=”tips agar songkok lebih kuat dan awet” style=”2″]

 

 

  1. Selalu letakkan pada tempat lapang jangan sampai tertindih atau terhimpit
  2. Letakkan dengan posisi berdiri
  3. Biasakan memegang ujung dan pangkal songkok saat mengambil
  4. Usahakan selalu memersihkan dari dwbu atau serabut dengan sikat halus
  5. Dan jauhkan dari air walaupun tertulis “anti air
0 comments

Songkok adalah sejenis topi tradisional bagi orang melayu, yang disebut juga peci atau kopyah. Di indonesia, songkok yang juga dikenal dengan nama peci ini kemudian menjadi bagian dari pakaian nasional. Penutup kepala ini merupakan variasi dari fes atau tharbusy yang berasal dari moaroko.

Songkok populer bagi masyarakat melayu di Indonesia, Singapura, dan selatan Thailand perlengkapan busana ini dikatakan berasal dari pakaian yang dipakai di Ottmam turki.

Bagi kalangan orang islam di nusantara, songkok menjadi pemakaian kepala yang resmi ketika menghadiri upacara-upacara resmi seperti upacara keagamaan, upacara perkawinan.(wikipedia)

Di Indonesia songkok hitam tidak hanya sebagai pelengkap busana melainkan sebagai salah satu simbol kepribadian bangsa yang disebut juga simbol indonesia merdeka yang telah dipopulerkan oleh Ir.Soekarno. (sejarah songkok di Indonesia)

Bagi kalangan santri, songkok hitam merupakan salah satu bagian busana wajib yang selalu dikenakan, baik ketika ibadah, sekolah, bahkan bermain. Hal ini dikarenakan adanya satu tuntunan dari Syekh Imam Zarnuji dalam ta’limul muta’allimnya menganjurkan agar selalu memakai tutup kepala dalam segala aktifitas, kemudian oleh kalangan pesantren hal itu tidak diwujudkan dalam bentuk sorban atau penutup kepala lainnya, tapi dilahirkan dalam bentuk kopyah atau songkok.

Jika dikaji lebih dalam songkok menurut kacamata santri, anjuran penutup kepala yang dilahirkan dalam bentuk songkok atau kopyah ini adalah keputusan yang sangat bijak. Ibarat kata “ sekali dayung dua pulau terlewati” dengan memakai songkok hitam ala Ir. Sukarno, para santri menuai dua kebaikan yakni satu kebaikan karena ia menjadi santri yang agamis dan kebaikan yang lain dia menjadi santri yang nasionalis, karena nasionalis dan agamis itu sejalan.

Kesimpulan dari songkok menurut kacamata santri tentang songkok hitam adalah “songkok hitam tidak hanya sebagai simbol kepribadian bangsa tetapi juga sebagai bentuk ketaatan beragama”

Ok, sekian terimakasih semoga penjelasan ini bermanfaat…